Sabtu, 25 Oktober 2025

KINERJA BERDAMPAK MENGANTARKAN MENTERI DESA MERAIH POSISI KE TIGA MENTERI TERBAIK KABINET MERAH PUTIH

 

KINERJA YANG MEMBERI DAMPAK BAIK terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia secara nyata mengantarkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia H. Yandri Susanto, SPt, MPd, di posisi ke tiga  terbaik di jajaran Menteri Kabinet  Presiden Prabowo Subianto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di usia pemerintahan satu tahun. Survei dilakukan oleh Lembaga Riset Prolog (Public Research on Govermance) Survei dilaksanakan 7 hingga 14 Oktober 2025 dengan melibatkan 1600 responden di 38 provinsi.  Demikian disampaikan oleh Direktur Prolog Arifuddin Hamid seperti yang dilansir di Detik News 24 Oktober 2025. 

Pak Yandri Menteri Desa di saat menjabat Wakil Ketua MPR RI 9/10/23 pernah mendapat Penghargaan Dharma Pertahanan Utama dari Menteri Pertahanan (Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Menhan) atas dedikasinya dalam menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat. Jiwa pengabdian dan nasionalisme sedari awal telah mengakar pada sosok Menteri Desa PDT.

Legitimasi pemerintahan terbentuk dari hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Publik menghargai kebijakan yang berdampak langsung dan dijalankan dengan tata kelola yang transparan.  
 
Kebijakan 12 Rencana Aksi Kementerian Desa PDT 2025, Penurunan Stunting, Program Ketahanan Pangan dan hadirnya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di desa-desa seluruh wilayah Republik Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, Miangas sampai Pulau Rote yang pembentukannya tidak terlepas dari dampingan yang intens  para Pendamping Desa merupakan peran nyata dari kepemimpinan Pak Yandri di Kementerian Desa PDT Republik Indonesia.
Riset survei terbaru yang mengantarkan Menteri Desa PDT ke posisi 3 (tiga) teratas bukanlah survei yang pertama diadakan, berbagai lembaga riset dan survei  nasional telah banyak yang merilis kinerja dengan hasil baik dari Menteri yang  tanpa lelah berkunjung ke desa-desa pelosok Indonesia untuk memastikan dampak keberhasilan dari kebijakan pemerintah. Bahkan menginap di rumah penduduk desa dilakukan oleh Pak Yandri Menteri Desa.
 
Kedekatan Menteri Desa dengan Pendamping Desa di setiap tugas kunjungan menjadikan semangat para Pendamping Desa yang merupakan organ garda depan Kementerian Desa PDT dalam mendampingi proses perencanaan dan pembangunan desa desa di Indonesia. Apresiasi masyarakat yang menempatkan Menteri Desa PDT ke posisi ke tiga  menjadi berita penyemangat dan membanggakan bagi seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang menyebar di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. 25/10/2025 
 Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat

Rabu, 15 Oktober 2025

 PEMANFAATAN DANA DESA WAEKECCEE KEC. LAPPARIAJA KAB.BONE



Latar Belakang :

Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa. Dalam konteks pembangunan pedesaan, upaya  meningkatkan ketersediaan pangan local perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat. Desa Waekeccee, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi sumber daya air dan lingkungan yang sangat  mendukung untuk pengembangan sector perikanan, khususnya budidaya ikan air tawar.

Salah satu komoditas perikanan yang memiliki prospek ekonomi dan gizi tinggi adalah ikan nila. Ikan nila mudah dibudidayakan, memiliki nilai jual stabil, serta digemari oleh masyarakat luas. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya, diterapkanlah system bioflok, yaitu teknologi budidaya modern yang memanfaatkan mikro organisme untuk mengelola limbah organik sehingga kualitas air tetap terjaga dan pertumbuhan ikan menjadi optimal. Sistem ini juga menghemat penggunaan air dan pakan, sehingga lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Waekeccee, pengembangan budidaya ikan nila dengan system bioflok diharapkan dapa tmenjadi salah satu strategi dalam mendukung program ketahanan pangan desa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pemanfaatan potensi desa secara produktif dan inovatif, sejalan dengan semangat kemandirian pangan serta peningkatan ekonomi lokal.

Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan budidaya ikan nila system bioflok oleh Bumdes Desa Waekeccee bukan hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan budidaya ikan nila dengan system bioflok oleh Bumdes Maju Bersama Desa Waekeccee dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan hingga tahap pelaksanaan teknis, sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan

Tahap ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan kegiatan berjalan terarah dan terukur. Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan meliputi:

· TPP kecamatan Lappariaja melakukan Koordinasi dan Konsultasi dengan Pemerintah Desa, BPD Waekeccee, serta pengurus Bumdes Maju Bersama selaku pihak terkait untuk menyusun rencana kegiatan budidaya ikan nila system bioflok.

· Identifikasi Potensi dan Lokasi, yaitu menentukan lokasi yang sesuai untuk pembangunan kolam bioflok dengan memperhatikan ketersediaan air, akses lokasi, serta kondisi lingkungan setempat.

· Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mencakup kebutuhan sarana prasarana, benih ikan, pakan, bahan bioflok, serta biaya operasional

· Penyertaan Modal untuk Anggaran ketahanan pangan sebesar Rp163.849.600

· Setelah perencanaan matang, dilakukan pembangunan dan penyediaan sarana pendukung, antara lain: Pembuatan kolam bundar bioflok menggunakan terpal dan rangka besi.

· Pemasangan system aerasi untuk menjaga sirkulasi udara dalam kolam.

· Pengadaan bahan probiotik dan bioflok starter untuk menjaga kualitas air.

· Pengadaan benih ikan nila unggul dan pakan sesuai kebutuhan budidaya.

2 .Pelaksanaan :  

Tahap ini meliputi kegiatan teknis pemeliharaan ikan, yaitu:

Penebaran Benih, dilakukan  dibulan juli 2025 sesuai kepadatan yang direkomendasikan agar pertumbuhan optimal.

Pemeliharaan Rutin, mencakup pemberian pakan, pengecekan kualitas air, penambahan probiotik, serta perawatan system aerasi.

Monitoring Pertumbuhan dan Kesehatan Ikan, dilakukan secara berkala oleh tim pengelola untuk memastikan budidaya berjalan sesuai rencana.

Pencatatan Produksi, semua aktivitas dan perkembangan dicatat sebagai bahan evaluasi dan laporan Bumdes.

Hasil / output Kegiatan :

Terhitung juli 2025 sampai september 2025, dari proses penaburan benih ikan, berjalan kurang lebih 2 bulan ikan sudah mulai ada perkembangan, pertumbuhan ikan sangat bagus.

Dampak / outcome :

Pelaksanaan kegiatan budidaya ikan nila dengan system bioflok oleh Bumdes Maju Bersama Desa Waekeccee memberikan berbagai dampak positif yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat desa Waekeccee, antara lain:

1. Meningkatnya Ketahanan Pangan Lokal

Ketersediaan ikan nila segar sebagai sumber protein hewani meningkat, sehingga kebutuhan pangan masyarakat desa Waekeccee sedikit dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Desa memiliki pasokan ikan yang stabil, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dan warga setempat tidak mesti keluar lagi ke pasar

2. Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan memperoleh tambahan penghasilan dari upah kerja, pengelolaan kolam, maupun hasil penjualan ikan.

Bumdes memperoleh sumber pendapatan baru yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi desa lainnya..

 Keterlibatan dan Dukungan Pihak Lain :

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan Desa yang berorientasi pada pemanfaatan potensi lokal, pelestarian lingkungan, dan peningkatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Pemerintah Desa Waekeccee memberikan dukungan penuh terhadap program budidaya ikan nila system bioflok melalui penganggaran dalam APBDes, penyediaan lahan, serta fasilitasi kebijakan untuk pelaksanaan kegiatan.Mendorong partisipasi masyarakat dan memastikan kegiatan sejalan dengan program pembangunan desa.Badan Permusyawaratan Desa (BPD),Berperan dalam memberikan masukan dan persetujuan terhadap rencana kegiatan Bumdes, mengawasi pelaksanaan program agar sesuai dengan perencanaan dan prinsip transfaransi.

TPP kecamatan Lappariaja bersama penyedia Benih Ikan Nila dan kolam bioflok Memberikan pendampingan dalam perencanaan kegiatan, penyusunan administrasi, serta pelaporan kegiatan. Membantu memberikan bimbingan teknisi terkait pengelolaan bioflok dan budi daya ikan nila yang efektif dan berkelanjutan.

 Pengembangan Program :

Untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan dampak positif dari kegiatan budidaya ikan nila system bioflok, Bumdes Desa Waekeccee merencanakan beberapa langkah pengembangan program kedepan. Pengembangan ini bertujuan agar kegiatan tidak hanya berhenti pada satu siklus budidaya, tetapi dapat menjadi unit usaha desa yang produktif, mandiri, dan berdaya saing

 Kontribusi pada PADesa  :

Kontribusi Pendapatan Asli Desa (PAD) terhadap desa dalam pemeliharaan ikan nila dengan teknologi bioflok mencakup dukungan, Pembiayaan untuk pengembangan budidaya ikan secara insentif dan mandiri. PAD desa dapat digunakan sebagai sumber dana untuk pengadaan sarana dan prasarana budidaya ikan nila dengan bioflok, yang berpotensi meningkatkan hasil produksi, efisiensi pakan yang baik dan pengolahan lingkungan yang ramah, sehingga kontribusi PAD mampu mendorong kemandirian desa dan pertumbuhan  ekonomi melalui aktifitas perikanan.

Pemeliharaan ikan nila ini dengan menggunakan teknologi bioflok memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD). Dengan system bioflok, budidaya ikan nila lebih efsien dan produktif, karena teknologi ini meminimalkan penggunaan air dan pakan komersial, sehingga biaya operasional dapat ditekan. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup ikan nila dalam system bioflok mencapai lebih dari 90%, menjadi hasil panen lebih maksimal dan konsisten. Kontribusi berdampak langsung pada peningkatan pendapatan desa melalui hasil penjualan ikan nila yang berkelanjutan dan berkualitas. Sehingga berfunsi sebagai sumber Pendapatan tambahan.

 

        
















Informan : Sumber, TPP Kab.Bone cc : TPP Kec. Lappariaja

Jumat, 03 Oktober 2025

Sosialisasi dan Bimtek Perkoperasian: Meningkatkan kapasitas pengurus Kopdes Merah Putih Kecamatan Duaboccoe.

Pakkasalo, 16 September 2025 - Sebanyak 40 orang lebih mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian, yang dilaksanakan di aula kantor Desa Pakkasalo Kecamatan Duaboccoe Kabupaten Bone. Peserta yang hadir terdiri dari pengurus Kopdes Merah Putih se-Kecamatan Dua Boccoe, serta beberapa pengurus koperasi dari Kecamatan Ajangale dan Kecamatan Cenrana. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Koperasi Desa Merah Putih Kecamatan Dua Boccoe bekerjasama dengan Dinas Koperasi Kabupaten Bone dan Tenaga Pendamping Profesional P3MD Kecamatan Duaboccoe, Inisiatif kegiatan ini awalnya oleh Pendamping Desa serta beberapa pengurus Kopdes Merah Putih bersepakat untuk membentuk Forum Komunikasi Koperasi Desa Merah Putih Kecamatan Dua Boccoe, dimana forum ini bertujuan untuk menjadi wadah komunikasi pengurus koperasi dalam saling berbagi informasi dan pengalaman, serta membangun jejaring untuk meningkatkan sinergitas antar pengurus koperasi dalam membangun ekonomi desa. Selanjutnya forum membangun koordinasi dengan pihak dan stakeholder terkait untuk melaksanakan kegiatan ini.



 Dalam kegiatan ini, beberapa narasumber dari berbagai lembaga dan stakeholder terkait hadir untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka terkait pengelolaan Koperasi maupun strategi dan menejemen usaha. Narasumber-narasumber tersebut antara lain dari unsur Dinas Koperasi Kabupaten Bone, TAPM P3MD Kabupaten Bone, PT. Pupuk Indonesia, Bulog dan PT. Pertamina. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini terkait Kelembagaan dan administrasi Koperasi disampaikan oleh Nurhasima, Kasmawati dan A.Agung Gunawan dari Dinas Koperasi Kab. Bone, Peran dan mekanisme kemitraan Kopdes Merah Putih dengan BUMN yang disampaikan oleh A. Nur Hidayada dari PT. Pupuk Indonesia serta penegasan yang disampaikan oleh unsur dari Bulog dan PT Pertamina. Khusus terkait Mekanisme pengajuan proposal pendanaan ke Bank Himbara, peran serta dan tata-cara persetujuan oleh pemerintah Desa disampaikan oleh Rabbani dari Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bone, dimana hal tersebut merupakan penjelasan dan mekanisme implementasi Permendes PDT nomor 10 tahun 2025 tentang Mekanisme persetujuan Kepala Desa dalam rangka pembiayaan Kopdes Merah Putih. 


 Mohammad Rusdi yang juga Korcan Pendamping Desa Kecamatan Duaboccoe berharap agar dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengurus koperasi di Kecamatan Dua Boccoe dapat meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mereka dalam mengelola koperasi, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya dan masyarakat sekitar. Senada dengan Korcam Pendamping Desa Duaboccoe, Syahruddin,SB.S.Pd yang juga Ketua Forum Koperasi Desa Merah Putih Kecamatan Dua Boccoe berharap agar dengan adanya kegiatan ini Kopdes Merah Putih yang ada khususnya di Kecamatan Duaboccoe segera mendapatkan pembiayaan dari Bank Himbara dan segera dapat menjalankan usaha nya dengan baik. editor:rbn

Kamis, 02 Oktober 2025

Penguatan Kapasitas Aparatur Desa se Kab. Bone


Kegiatan ini dilaksanakan sepenuhnya oleh DPMD Kab. Bone, sebagai bagian dalam rangka meningkatkan profesionalisme aparatur Desa khususnya Kasi Kesra yang selama ini disibukkan dengan Perencanaan Pembanguna Desa. Salah satu yang sering menjadi hambatan dalam penyusunan dan penyelesaian penataan anggaran tahun N+1 adalah Rencana Anggaran Biaya dari berbagai bidang Pembangunan yang akan dituangkan dalan R_APBDes tahun n+1. 

 ini menjadi inisiasi Bapak Kadis DPMD (plt) bersama Kabid Pembangunan Ekonomi Desa dan Kerjasama Desa untuk memfasilitasi kegiatn Peningkatan Kapasitas Apartur Desa dalam Penyusunan Desain dan RAB.
editor: wgl

Usaha Penyewaan “Combine Harvester” Sebagai Upaya Untuk Peningkatan Produksi Pertanian di Desa Kanco


Latar Belakan
Desa Kanco memiliki lahan pertanian yang luas dan Sebagian besar Masyarakat desa kanco Adalah petani. Namun, permasalahan yang dihadapi oleh petani di desa kanco Adalah kurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan pada saat panen tiba. Jika masih mengandalkan alat perontok padi maka petani akan sangat kewalahan. Dampaknya padi yang siap panen menjadi lambat diolah.

Pelaksana/pengelola Kegiatan:
usaha ini merupakan salah satu kegiatan Bumdesa Mulamenre’e Kanco Desa Kanco Kecamatan Cina Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Pelaksanaan Kegiatan

  1. Perencanaan

Dalam musyawarah desa penyusunan RKPdes 2022 kelompok tani mengusulkan pengadaan mobil combine harvester agar petani tidak kewalahan pada saat panen. Kemudian kepala desa mengarahkan ke Bumdesa untuk diberikan modal dari dana desa dan mengelola penyewaan mobil combine harvester tersebut. Sehingga disepakatilah usulan tersebut dengan nilai pengadaan 1 unit sebesar Rp. 511.000.000

  • Pelaksanaan

Setelah pengadaan 1 unit mobil combine harvester pengurus Bumdes merekrut 1 orang operator dan 4 orang pekerja yang diambil dari orang desa dengan penggajian sebesar Rp. 3.000/karung gabah yang dihasilkan dari lahan atau sawah yang dipanen padinya. Biasanya dalam 1 lokasi sawah dapat menghasilkan sampai 200 karung gabah. Maka 1 orang pekerja bisa mendapatkan gaji sebesar Rp. 600.000 jika hasil panennya sebanyak 200 karung.

Awalnya dioperasikan di lahan sawah milik warga desa di dusun Soga dan dusun Sogadia. Kemudian disewakan juga sampai keluar desa kanco dan sampai diwilayah Kota Palopo.

  • Hasil

Hasil yang didapatkan di tahun 2022 sebanyak Rp. 12.000.000, tahun 2023 sebanyak Rp. 72.579.000, tahun 2024 sebanyak Rp. 58.395.000, tahun 2025 sebanyak Rp. 46.146.000,-


Dampak/outcome :

a. produksi padi meningkat, mengurangi angka pengangguran dan ekonomi desa meningkat

b. Penerima Manfaat : petani

c. Kontribusi pada PADesa : Rp. 16.000.000 – Rp. 20.000.000/tahun

d. Keterlibatan pihak lain : tidak ada 

e. Pengembangan Program/Jenis Usaha : penambahan unit dan rencana untuk membeli mobil truk

f. Kontak PIC Kegiatan (Desa) : Hj. Darmah (Direktur Bumdesa Mula Menree) Hp. 0811259032151

g. Dokumentasi Kegiatan :


  • Kegiatan

    Unit Combine Harvester milik Bumdes Mulamenre’e Kanco

    Lokasi

    Desa Kanco

    Waktu

    20 Agustus 2022

    Keterangan

    Unit combine harvester sedang beroperasi di lahan persawahan milik warga di desa kanco


    Contact Person Desa

    Contact person Desa dapat diisi dengan nama dan nomor HP aktif:

    1. Kepala Desa Kanco 085397513658

    2. Sekretaris Desa Kanco 082393295449


KINERJA BERDAMPAK MENGANTARKAN MENTERI DESA MERAIH POSISI KE TIGA MENTERI TERBAIK KABINET MERAH PUTIH

  KINERJA YANG MEMBERI DAMPAK BAIK terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia secara nyata mengantarkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah...