PEMANFAATAN DANA DESA WAEKECCEE KEC. LAPPARIAJA KAB.BONE
Latar Belakang :
Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa. Dalam konteks pembangunan pedesaan, upaya meningkatkan ketersediaan pangan local perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat. Desa Waekeccee, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi sumber daya air dan lingkungan yang sangat mendukung untuk pengembangan sector perikanan, khususnya budidaya ikan air tawar.
Salah satu komoditas perikanan yang memiliki prospek ekonomi dan gizi tinggi adalah ikan nila. Ikan nila mudah dibudidayakan, memiliki nilai jual stabil, serta digemari oleh masyarakat luas. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya, diterapkanlah system bioflok, yaitu teknologi budidaya modern yang memanfaatkan mikro organisme untuk mengelola limbah organik sehingga kualitas air tetap terjaga dan pertumbuhan ikan menjadi optimal. Sistem ini juga menghemat penggunaan air dan pakan, sehingga lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Waekeccee, pengembangan budidaya ikan nila dengan system bioflok diharapkan dapa tmenjadi salah satu strategi dalam mendukung program ketahanan pangan desa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pemanfaatan potensi desa secara produktif dan inovatif, sejalan dengan semangat kemandirian pangan serta peningkatan ekonomi lokal.
Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan budidaya ikan nila system bioflok oleh Bumdes Desa Waekeccee bukan hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan budidaya ikan nila dengan system bioflok oleh Bumdes Maju Bersama Desa Waekeccee dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan hingga tahap pelaksanaan teknis, sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan
Tahap ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan kegiatan berjalan terarah dan terukur. Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan meliputi:
· TPP kecamatan Lappariaja melakukan Koordinasi dan Konsultasi dengan Pemerintah Desa, BPD Waekeccee, serta pengurus Bumdes Maju Bersama selaku pihak terkait untuk menyusun rencana kegiatan budidaya ikan nila system bioflok.
· Identifikasi Potensi dan Lokasi, yaitu menentukan lokasi yang sesuai untuk pembangunan kolam bioflok dengan memperhatikan ketersediaan air, akses lokasi, serta kondisi lingkungan setempat.
· Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mencakup kebutuhan sarana prasarana, benih ikan, pakan, bahan bioflok, serta biaya operasional
· Penyertaan Modal untuk Anggaran ketahanan pangan sebesar Rp163.849.600
· Setelah perencanaan matang, dilakukan pembangunan dan penyediaan sarana pendukung, antara lain: Pembuatan kolam bundar bioflok menggunakan terpal dan rangka besi.
· Pemasangan system aerasi untuk menjaga sirkulasi udara dalam kolam.
· Pengadaan bahan probiotik dan bioflok starter untuk menjaga kualitas air.
· Pengadaan benih ikan nila unggul dan pakan sesuai kebutuhan budidaya.
2 .Pelaksanaan :
Tahap ini meliputi kegiatan teknis pemeliharaan ikan, yaitu:
- Penebaran Benih, dilakukan dibulan juli 2025 sesuai kepadatan yang direkomendasikan agar pertumbuhan optimal.
- Pemeliharaan Rutin, mencakup pemberian pakan, pengecekan kualitas air, penambahan probiotik, serta perawatan system aerasi.
- Monitoring Pertumbuhan dan Kesehatan Ikan, dilakukan secara berkala oleh tim pengelola untuk memastikan budidaya berjalan sesuai rencana.
- Pencatatan Produksi, semua aktivitas dan perkembangan dicatat sebagai bahan evaluasi dan laporan Bumdes.
- Hasil / output Kegiatan :
Terhitung juli 2025 sampai september 2025, dari proses penaburan benih ikan, berjalan kurang lebih 2 bulan ikan sudah mulai ada perkembangan, pertumbuhan ikan sangat bagus.
Dampak / outcome :
Pelaksanaan kegiatan budidaya ikan nila dengan system bioflok oleh Bumdes Maju Bersama Desa Waekeccee memberikan berbagai dampak positif yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat desa Waekeccee, antara lain:
1. Meningkatnya Ketahanan Pangan Lokal
o Ketersediaan ikan nila segar sebagai sumber protein hewani meningkat, sehingga kebutuhan pangan masyarakat desa Waekeccee sedikit dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
o Desa memiliki pasokan ikan yang stabil, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dan warga setempat tidak mesti keluar lagi ke pasar
2. Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat
o Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan memperoleh tambahan penghasilan dari upah kerja, pengelolaan kolam, maupun hasil penjualan ikan.
o Bumdes memperoleh sumber pendapatan baru yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi desa lainnya..
Keterlibatan dan Dukungan Pihak Lain :
o Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan Desa yang berorientasi pada pemanfaatan potensi lokal, pelestarian lingkungan, dan peningkatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
Pemerintah Desa Waekeccee memberikan dukungan penuh terhadap program budidaya ikan nila system bioflok melalui penganggaran dalam APBDes, penyediaan lahan, serta fasilitasi kebijakan untuk pelaksanaan kegiatan.Mendorong partisipasi masyarakat dan memastikan kegiatan sejalan dengan program pembangunan desa.Badan Permusyawaratan Desa (BPD),Berperan dalam memberikan masukan dan persetujuan terhadap rencana kegiatan Bumdes, mengawasi pelaksanaan program agar sesuai dengan perencanaan dan prinsip transfaransi.
TPP kecamatan Lappariaja bersama penyedia Benih Ikan Nila dan kolam bioflok Memberikan pendampingan dalam perencanaan kegiatan, penyusunan administrasi, serta pelaporan kegiatan. Membantu memberikan bimbingan teknisi terkait pengelolaan bioflok dan budi daya ikan nila yang efektif dan berkelanjutan.
Pengembangan Program :
Untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan dampak positif dari kegiatan budidaya ikan nila system bioflok, Bumdes Desa Waekeccee merencanakan beberapa langkah pengembangan program kedepan. Pengembangan ini bertujuan agar kegiatan tidak hanya berhenti pada satu siklus budidaya, tetapi dapat menjadi unit usaha desa yang produktif, mandiri, dan berdaya saing
Kontribusi pada PADesa :
Kontribusi Pendapatan Asli Desa (PAD) terhadap desa dalam pemeliharaan ikan nila dengan teknologi bioflok mencakup dukungan, Pembiayaan untuk pengembangan budidaya ikan secara insentif dan mandiri. PAD desa dapat digunakan sebagai sumber dana untuk pengadaan sarana dan prasarana budidaya ikan nila dengan bioflok, yang berpotensi meningkatkan hasil produksi, efisiensi pakan yang baik dan pengolahan lingkungan yang ramah, sehingga kontribusi PAD mampu mendorong kemandirian desa dan pertumbuhan ekonomi melalui aktifitas perikanan.
Pemeliharaan ikan nila ini dengan menggunakan teknologi bioflok memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD). Dengan system bioflok, budidaya ikan nila lebih efsien dan produktif, karena teknologi ini meminimalkan penggunaan air dan pakan komersial, sehingga biaya operasional dapat ditekan. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup ikan nila dalam system bioflok mencapai lebih dari 90%, menjadi hasil panen lebih maksimal dan konsisten. Kontribusi berdampak langsung pada peningkatan pendapatan desa melalui hasil penjualan ikan nila yang berkelanjutan dan berkualitas. Sehingga berfunsi sebagai sumber Pendapatan tambahan.
Informan : Sumber, TPP Kab.Bone cc : TPP Kec. Lappariaja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar